Tinjauan Sekilas System Informasi Akuntansi

0 komentar

Tinjauan sekilas system informasi akuntansi: 1.1 sistem informasi dan organisasi bisnis system akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis.sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya. Operasi suatu system akuntansi meliputi tiga tahapan: o harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiah, serta data yang penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan. o Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi. o Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Jenis-jenis system informasi: 1. sistem informasi akuntansi. 2. sistem informasi keuangan. 3. sistem informasi manufaktur. 4. sistem informasi sumber daya manusia. 1.2 siklus- siklus pemrosesan transaksi Aktivitas perusahaan dalam suatu organisasi juga dapat dipandang dengan cara yang berbeda,yaitu dengan pendeketan siklus transaksi.siklus secara tradisional mengelompokkan aktivitas suatu bisnis kedalam empat siklus akuntansi bisnis: o Siklus pendapatan, kejadian yang terkait dengan distribusi barang dan jasa ke entitas lain dan pengumpulan kas yang terkait dengan distribusi tersebut. o Siklus pengeluaran, kejadian yang terkait dengan perolehan barang dan jasa dari entitas lain serta pelunasan kewajiban terkait dengan perolehan barang dan jasa tersebut. o Siklus produksi, kejadian yang terkait dengan transformasi sumber daya menjadi barang dan jasa. o Siklus keuangan, dimana kejadian yang terkait dengan akuisi dan perolehan dana termasuk kas. Siklus pemrosesan transaksi terdiri dari satu atau lebih system aplikasi. System aplikasi memproses transaksi yang saling terkait secara logis.model siklus transaksi, selain keempat siklus tersebut ada siklus kelima yaitu siklus pelaporan keuangan dimana silklus ini mendapatkan data akuntansi dan data operasi dari siklus yang lain serta memproses data tersebut sedemikian rupa sehingga laporan keuangan dapat disajikan. Elemen proses pengendalian internal, dimana pengendalian ini merupakan satu proses yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang rasional atas tercapainya tujuan yaitu: o Efektiovitas dan efisien operasi perusahaan. o Reliabilitas pelaporan keuangan. o Kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada. Pengendalian internal juga menuntut adanya pencatatan yang memadai dalam upaya menjaga kekayaan perusahaan dan menganalisis pelaksanaan tanggung jawab. Konsekuensinya semua catatan harus memungkinkan adanya pengecekan antara area pertanggung jawaban. tanggung jawab untuk satu transaksi yang berhubungan harus dibagi-bagi. Pemisahan fungsi-fungsi akuntansi, penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu atau departemen yang mengelola catatan akuntansi yang terkait dengan operasi aktivitas mereka.pendekatan yang lumrah mendelegasikan fungsi akuntansi ke controller dan fungsi keuangan ke tangan bendahara. Fungsi audit internal, menyadari bahwa pentingnya dan kompleksnya pengendalian internal yang memadai dalam organisasi yang besar telah menyebabkan terjadinya evolusu audit internal sebagi alat semua pengendalian internal yang ada dalam organisasi. 1.3 akuntansi dan teknologi informasi Peran teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi telah lama berlangsung.yang utama IT dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu dan biaya. Yang alainnya termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/ouput laporan keuangan dengan benar.sistem informasi, dimana system berbasis computer yang dirancang untuk menstraformasi data akuntansi menjadi informasi. System didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolahan transaksi.mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 1.4 akuntan dan perkembangan sistem Siklus pengembangan sistem untuk dapat merancang sebuah Sistem Informasi akuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem. o Perencanaan (Planning). o Analysis (Analsis). o Perancangan (Design). o Implementasi (Implementation). o Pascaimpelementasi (Post Implementation). Siklus Transaksi. Karakteristik Pengembangan Sistem bertujuan untuk : o Untuk meningkatkan kualitas informasi. o Untuk meningkatkan pengendalian internal. o Untuk meminimalkan biaya,jika memungkinkan. Pendekatan sistem merupakan suatu prosedur untuk mengadministrasi proyek sistem.Tujuan pendekatan ini adalah untuk membantu terlaksananya pengembangan sistem yang efektif dan teratur.Pendekatan ini merupakan suatu proses yang terdiri dari enam tahap yaitu : o Menatapkan tujuan system. o Menyusun berbagai alternative solusi. o Meanalisis system. o Desain system. o Implentasi system. o Evaluasi system.

Read More..

Ketahanan Nasional

0 komentar


Pengaruh Ketahanan Nasional Pada Aspek Politik

Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan, ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang datang dari dalam maupun luar.
Perwujudan ketahanan dalam aspek politik memerlukan kehodupan politik bangsa yang sehat, dinamis dan mampu memelihara stabilitas politik.


  1. Ketahanan Pada Aspek Politik Dalam Negeri
1)      Sistem pemerintahan berdasarkan hukum, tidak berdasarkan kekuasaan yang bersifat absolut.
2)      Mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat, namun bukan perbedaan mengenai nilai dasar.
3)      Kepemimpinan nasional mampu mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat.
4)      Terjalin komunikasi politik timbak balik antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan nasional.
  1. Ketahanan Pada Aspek Politik Luar Negeri
1)      Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama internasional di berbagai bidang dalam rangka memantapkan persatuan bangsa serta keutuhan NKRI.
2)      Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara berkembang serta antara negara berkembang dengan negara maju sesuai kemampuan demi kepentingan nasional.
3)      Citra positif Indonesia perlu ditingkatkan dan diperluas melalui promosi, peningkatan diplomasi, pertukaran pelajar dan lain sebagainya.
4)      Perkembangan dunia terus diikuti dan dikaji agar terjadinya dampak negatif yang dapat mempengaruhi stabilitas nasional dapat diatasi sedari dini.
5)      Langkah bersama negara berkembang dengan negara industri maju untuk memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan perlu ditingkatkan melalui perjanjian perdagangan internasional.
6)      Peningkatan kualitas SDM perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan calon diplomat secara menyeluruh agar mereka dapat menjawab tantangan tugas yang mereka hadapi.
7)      Perjuangan bangsa Indonesia yang menyangkut kepentingan nasional, seperti melindungi hak warga negara Republijk Indonesia diluar negeri perlu ditingkatkan.
Sumber 

Read More..